PENGEMBANGAN SISTEM PEMERIKSAAN DAHAK SECARA MIKROSKOPIS UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT TBC DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA DIJITAL


PENGEMBANGAN SISTEM PEMERIKSAAN DAHAK

SECARA MIKROSKOPIS UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT

TBC DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK

PENGOLAHAN CITRA DIJITAL

(Ade Dwi Adiputra Novrianto – 13206136)

(Ilma Andayana – 13206091)


Latar Belakang:

  • Penyakit TBC (Tuberculosis) di Indonesia adalah penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan. Selain itu, ternyata sepertiga penduduk dunia mengidap penyakit TBC.
  • Agar pengobatan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat, dibutuhkan pemeriksaan dahak yang dapat memberikan diagnosis secara tepat, cepat, dan efektif.
  • Selama ini, pemeriksaan dahak secara mikroskopis di puskesmas dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana. Penghitungan bakteri secara manual dilakukan pada saat mengamati melalui lensa okuler mikroskop, dengan menghitung langsung jumlah bakteri untuk setiap lapang pandang.
  • Lapang pandang yang diamati sebelumnya, sukar untuk diperiksa ulang di waktu yang berbeda karena tidak ada media penyimpanan citra lapang pandang yang telah diamati tersebut.

Tujuan Karya:

Tujuan dari pembangunan sistem ini adalah untuk memberikan diagnosis penyakit TBC dengan lebih cepat dan akurat. Dengan diagnosis yang lebih cepat dan akurat, diharapkan pengobatan penyakit TBC juga dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif, sehingga kasus baru dan angka kematian akibat penyakit TBC dapat semakin berkurang.

Deskripsi Karya:

Sistem ini dapat dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu bagian pengambilan citra dan bagian pengolahan citra.

  • Bagian Pengambilan Citra :

–  Kamera dijital

Kamera dijital digunakan untuk mengambil citra.

–   Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler digunakan untuk memperbesar bayangan spesimen dahak.

–   Modul motor stepper

Modul ini digunakan untuk menggerakkan meja preparat.

  • Bagian Pengolahan Citra :

–    Perangkat lunak ImageJ di dalam komputer PC/laptop

Perangkat lunak ini digunakan untuk melakukan pengolahan citra secara dijital dan menentukan serta menampilkan hasil pemeriksaan dahak. Selain itu, perangkat lunak ini juga digunakan untuk  mengendalikan kamera dijital dan modul motor stepper.

Diagram Blok Sistem

Skema Fungsional Sistem


Diagram keadaan pengambilan citra :


Foto realisasi sistem mikroskop dijital sederhana :


Spesifikasi Sistem :

  • Spesifikasi Fungsional :
    • Sistem mampu melakukan pengambilan citra dahak pada setiap lapang pandang secara otomatis
    • Sistem mampu melakukan pengolahan citra dahak setiap lapang pandang secara otomatis
    • Sistem mampu menentukan hasil pemeriksaan dahak secara otomatis
    • Sistem mampu menyimpan citra dahak dijital setiap lapang pandang
  • Spesifikasi Non Fungsional :
    • Kamera Dijital à 3.2 Mega Piksel
    • Modul Motor Stepper à PSU Motor 12V DC, PSU Kontroler 9V DC, mendukung komunikasi serial
    • Komputer PC à OS Windows XP SP2, Intel Pentium 4, hard disc 46GB, RAM 504MB, mendukung komunikasi serial

Langkah-langkah dalam pemeriksaan sediaan dahak adalah sebagai berikut :

  1. Mencari lebih dahulu lapang pandang dengan perbesaran lensa objektif 10 kali.
  2. Meneteskan satu tetes minyak emersi di atas sediaan dahak.
  3. Memeriksa sediaan dahak dengan menggunakan perbesaran lensa okuler 10 kali dan perbesaran lensa objektif 100 kali.
  4. Mencari Basil Tahan Asam (BTA) pada suatu lapang pandang.

BTA pada suatu lapang pandang

5. Memeriksa paling sedikit 100 lapang pandang atau dalam waktu kurang lebih 10 menit, dengan cara menggeser sediaan menurut arah yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Arah pergeseran sediaan dahak

Pembacaan hasil pemeriksaan sediaan dahak dilakukan dengan menggunakan kriteria IUATLD sebagai berikut :

Jumlah BTA / lapang pandang Jumlah lapang pandang yang perlu diperiksa Diagnosis mikroskopis
0 /1001-3 / 1004-9 / 100

10-99 / 100

1-10 / 1

>10 / 1

100100100

100

50 (minimum)

20 (minimum)

-Periksa ulang dahak+ jarang

+1

+2

+3

Penghitungan nilai BTA dengan pengolahan citra dijital :


–          Memperbaiki tampilan citra (enhance contrast)

–          Memisahkan kanal-kanal gambar

–          Deteksi tepi (edge detection) kanal hijau

–          Melakukan treshold sehingga didapat citra dengan tipe binary

–          Perbaikan morfologi citra dengan proses closing dan opening

–          Melakukan analisis daerah (region) dengan parameter luas area dan circularity

–          Menghitung jumlah bakteri dari daerah-daerah yang telah disaring

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s